Pages

Pendapatan Dari Kertas Dan Botol Bekas

"
Bangun pagi di hari weekand sangat menyegarkan terasa tidak ada beban kerjaan, ku lihat kamar begitu berantakan bagaikan kamar kapal pecah kertas bertebaran disana-sini, botol softdring numpuk di pojok, maklum sibuk urusan kerja He..He.. (sibuk apa males ya?..)

Huff.. klo tidak diberesin sekarang mau kapan lagi?.. Ku pisahkan kertas yang tidak lagi terpakai dengan yang masih terpakai sedangkan botol bekas minum saya masukkan dalam kardus kosong. Barang-barang yang masih digunakan seperti kertas lembar kerja, balpoin, saya simpan pada tempatnya.

Akhirnya kelar juga, waduh ternyata banyak juga kertas dan botol bekas minum (yang tidak terpakai) dalam beberapa minggu ini.

Hmm.. Kertas dan botol bekas minum ini enaknya dikemanain ya?.. Ku terdiam sejenak "Biasanya dari kebanyakan orang, mereka mengambil jalan instan atau cara cepat yaitu membuangnya ke tong sampah", dibuang sayang, ditumpuk merusak pemandangan kamar. Apa ya?.. "AHA" bulan tua kepadatan katong dan dompet mulai menipis, gimana kalau kertas dan botol bekas minum tersebut di loak saja kan lumayan dapat uang tambahan.

Ah.. Itu cuma sampah "kotor" sesuatu yang tidak bisa digunakan lagi, gapain kita repot toh kalau kita jual ke tukang loak hasilnya ga seberapa?.. Memang apa yang kita dapatkan dari barang-barang bekas tersebut tidaklah banyak, apalagi untuk membeli mobil rasanya tidak mungkin bila dilakukan sekali. Namun ada pepatah mengatakan "menabung sedikit demi sedikit-sedikit akhirnya menjadi bukit" jangankan membeli mobil, rumah yang harganya 2M pun bisa kebeli.

Kertas, botol, kardus, dan besi bekas yang berada di lingkungan kita sebenarnya masih memiliki manfaat meskipun nilai jual kembali kecil (jelas itu, namanya juga secon) tapi kita bisa mendapatkan penghasilan dari barang bekas tersebut.

Untuk mendapatkan pendapatan dari bekas tersebut caranya mudah kumpulkan dan pisahkan antara kertas, botol, kardus, dan besi bekas  ditempat yang berbeda. Setelah barang tersusun dengan rapih, tinggal kita nunggu penadah loakkan yang lewat atau kita bisa datang langsung ketempat penadah barang bekas "Nah kini barang bekas tersebut kini telah menjadi UANG".


Semoga bermanfaat...
"
Bangun pagi di hari weekand sangat menyegarkan terasa tidak ada beban kerjaan, ku lihat kamar begitu berantakan bagaikan kamar kapal pecah kertas bertebaran disana-sini, botol softdring numpuk di pojok, maklum sibuk urusan kerja He..He.. (sibuk apa males ya?..)

Huff.. klo tidak diberesin sekarang mau kapan lagi?.. Ku pisahkan kertas yang tidak lagi terpakai dengan yang masih terpakai sedangkan botol bekas minum saya masukkan dalam kardus kosong. Barang-barang yang masih digunakan seperti kertas lembar kerja, balpoin, saya simpan pada tempatnya.

Akhirnya kelar juga, waduh ternyata banyak juga kertas dan botol bekas minum (yang tidak terpakai) dalam beberapa minggu ini.

Hmm.. Kertas dan botol bekas minum ini enaknya dikemanain ya?.. Ku terdiam sejenak "Biasanya dari kebanyakan orang, mereka mengambil jalan instan atau cara cepat yaitu membuangnya ke tong sampah", dibuang sayang, ditumpuk merusak pemandangan kamar. Apa ya?.. "AHA" bulan tua kepadatan katong dan dompet mulai menipis, gimana kalau kertas dan botol bekas minum tersebut di loak saja kan lumayan dapat uang tambahan.

Ah.. Itu cuma sampah "kotor" sesuatu yang tidak bisa digunakan lagi, gapain kita repot toh kalau kita jual ke tukang loak hasilnya ga seberapa?.. Memang apa yang kita dapatkan dari barang-barang bekas tersebut tidaklah banyak, apalagi untuk membeli mobil rasanya tidak mungkin bila dilakukan sekali. Namun ada pepatah mengatakan "menabung sedikit demi sedikit-sedikit akhirnya menjadi bukit" jangankan membeli mobil, rumah yang harganya 2M pun bisa kebeli.

Kertas, botol, kardus, dan besi bekas yang berada di lingkungan kita sebenarnya masih memiliki manfaat meskipun nilai jual kembali kecil (jelas itu, namanya juga secon) tapi kita bisa mendapatkan penghasilan dari barang bekas tersebut.

Untuk mendapatkan pendapatan dari bekas tersebut caranya mudah kumpulkan dan pisahkan antara kertas, botol, kardus, dan besi bekas  ditempat yang berbeda. Setelah barang tersusun dengan rapih, tinggal kita nunggu penadah loakkan yang lewat atau kita bisa datang langsung ketempat penadah barang bekas "Nah kini barang bekas tersebut kini telah menjadi UANG".


Semoga bermanfaat...

0 komentar:

Posting Komentar