Pekerjaan Hina Menjadi Sukses
"
Sebenarnya sampah-sampah tersebut baik organik atau anorganik dapat diolah kembali atau di daur ulang menjadi berbagai macam produk, seperti sampah organik dapat diolah menjadi kompos sedangkan sampah anorganik dapat diolah menjadi barang kerajinan atau produk hasil produksi (bungkus makanan, botol / gelas minuman. dll).
Pemulung memiliki kontribusi yang sangat besar, dengan adanya para pemulung sampah rumah, tempat kerja, tempat umum, tempat pariwisata, got, sungai, dan laut dapat bisa berkurang. Namun terkadang pekerjaan pemulung dipandang sebelah mata oleh masyarakat, Saya pernah membaca tulisan “pemulung dilarang masuk dengan menggunakan kata-kata pedas” di http://sawali.info.
"
Pekerjaan Hina Menjadi Sukses. Oops... Jangan berfikir negatif dulu, pekerjaan yang dimaksud bukan asusila (pornografi) atau menggunakan mistis untuk sukses dan kaya.
Menurut BPS pada Bulan Agustus 2010, jumlah penduduk Indonesia berdasarkan hasil sensus adalah 237.556.363 jiwa, yang terdiri dari 119.507.580 laki-laki, 118.048.783 perempuan dan laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,49 persen per tahun, angka ini akan akan terus meningkat setiap tahunnya karena angka pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan angka kematian.
Kira-kira dengan jumlah penduduk begitu banyaknya berapa kali orang membuang bungkus makanan dan botol minuman dalam sehari, berapa juta ton sampah yang menumpuk di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) setiap tahunnya, belum termasuk sampah yang berserakan di jalan tempat wisata, got, sungai, laut, dan di tempat-tempat umum), di tambah lagi barang bekas perlengkapan rumah tangga, elektronik, otomotif, dan masih banyak lagi.
Apa benar sampah tersebut tidak dapat diolah kembali?..
Secara garis besar sampah terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu sampah organik dan anorganik.
Menurut BPS pada Bulan Agustus 2010, jumlah penduduk Indonesia berdasarkan hasil sensus adalah 237.556.363 jiwa, yang terdiri dari 119.507.580 laki-laki, 118.048.783 perempuan dan laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,49 persen per tahun, angka ini akan akan terus meningkat setiap tahunnya karena angka pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan angka kematian.
Kira-kira dengan jumlah penduduk begitu banyaknya berapa kali orang membuang bungkus makanan dan botol minuman dalam sehari, berapa juta ton sampah yang menumpuk di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) setiap tahunnya, belum termasuk sampah yang berserakan di jalan tempat wisata, got, sungai, laut, dan di tempat-tempat umum), di tambah lagi barang bekas perlengkapan rumah tangga, elektronik, otomotif, dan masih banyak lagi.
Apa benar sampah tersebut tidak dapat diolah kembali?..
Secara garis besar sampah terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu sampah organik dan anorganik.
- Sampah Organik adalah sampah organik berasal dari makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan.
- Sampah Anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non-hayati, baik berupa produk sinterik maupun hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang. Seperti botol minuman, prabotan keluarga, dan masih banyak lagi.
Sebenarnya sampah-sampah tersebut baik organik atau anorganik dapat diolah kembali atau di daur ulang menjadi berbagai macam produk, seperti sampah organik dapat diolah menjadi kompos sedangkan sampah anorganik dapat diolah menjadi barang kerajinan atau produk hasil produksi (bungkus makanan, botol / gelas minuman. dll).
Pemulung memiliki kontribusi yang sangat besar, dengan adanya para pemulung sampah rumah, tempat kerja, tempat umum, tempat pariwisata, got, sungai, dan laut dapat bisa berkurang. Namun terkadang pekerjaan pemulung dipandang sebelah mata oleh masyarakat, Saya pernah membaca tulisan “pemulung dilarang masuk dengan menggunakan kata-kata pedas” di http://sawali.info.
Dilarang Masuk
Pekerjaan Hina Menjadi Sukses. Oops... Jangan berfikir negatif dulu, pekerjaan yang dimaksud bukan asusila (pornografi) atau menggunakan mistis untuk sukses dan kaya.
Menurut BPS pada Bulan Agustus 2010, jumlah penduduk Indonesia berdasarkan hasil sensus adalah 237.556.363 jiwa, yang terdiri dari 119.507.580 laki-laki, 118.048.783 perempuan dan laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,49 persen per tahun, angka ini akan akan terus meningkat setiap tahunnya karena angka pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan angka kematian.
Kira-kira dengan jumlah penduduk begitu banyaknya berapa kali orang membuang bungkus makanan dan botol minuman dalam sehari, berapa juta ton sampah yang menumpuk di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) setiap tahunnya, belum termasuk sampah yang berserakan di jalan tempat wisata, got, sungai, laut, dan di tempat-tempat umum), di tambah lagi barang bekas perlengkapan rumah tangga, elektronik, otomotif, dan masih banyak lagi.
Apa benar sampah tersebut tidak dapat diolah kembali?..
Secara garis besar sampah terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu sampah organik dan anorganik.
Menurut BPS pada Bulan Agustus 2010, jumlah penduduk Indonesia berdasarkan hasil sensus adalah 237.556.363 jiwa, yang terdiri dari 119.507.580 laki-laki, 118.048.783 perempuan dan laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,49 persen per tahun, angka ini akan akan terus meningkat setiap tahunnya karena angka pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan angka kematian.
Kira-kira dengan jumlah penduduk begitu banyaknya berapa kali orang membuang bungkus makanan dan botol minuman dalam sehari, berapa juta ton sampah yang menumpuk di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) setiap tahunnya, belum termasuk sampah yang berserakan di jalan tempat wisata, got, sungai, laut, dan di tempat-tempat umum), di tambah lagi barang bekas perlengkapan rumah tangga, elektronik, otomotif, dan masih banyak lagi.
Apa benar sampah tersebut tidak dapat diolah kembali?..
Secara garis besar sampah terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu sampah organik dan anorganik.
- Sampah Organik adalah sampah organik berasal dari makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan.
- Sampah Anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non-hayati, baik berupa produk sinterik maupun hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang. Seperti botol minuman, prabotan keluarga, dan masih banyak lagi.
Sebenarnya sampah-sampah tersebut baik organik atau anorganik dapat diolah kembali atau di daur ulang menjadi berbagai macam produk, seperti sampah organik dapat diolah menjadi kompos sedangkan sampah anorganik dapat diolah menjadi barang kerajinan atau produk hasil produksi (bungkus makanan, botol / gelas minuman. dll).
Pemulung memiliki kontribusi yang sangat besar, dengan adanya para pemulung sampah rumah, tempat kerja, tempat umum, tempat pariwisata, got, sungai, dan laut dapat bisa berkurang. Namun terkadang pekerjaan pemulung dipandang sebelah mata oleh masyarakat, Saya pernah membaca tulisan “pemulung dilarang masuk dengan menggunakan kata-kata pedas” di http://sawali.info.
Dilarang Masuk

0 komentar:
Posting Komentar